Alam Sekitar

Meningkatnya Produksi Gula Merah di Daerah sebagai Usaha Perumahan


 
Gula merah atau gula Jawa biasanya diasosiasikan dengan segala jenis gula yang dibuat dari nira (lahang), nira merupakan cairan manis yang terdapat di dalam bunga tanaman aren atau kelapa yang pucuknya belum membuka dan diperoleh dengan cara disadap.
Bunga yang belum mekar itu diikat kuat pada bagian pangkalnya sehingga proses pemekaran bunga menjadi terhambat. Sari makanan yang seharusnya dipakai untuk pemekaran bunga menumpuk menjadi cairan gula. Bunga membengkak. Setelah proses pembengkakan berhenti, batang bunga diiris-iris untuk mengeluarkan cairan gula secara bertahap. Cairan biasanya ditampung dengan satu ruas bambu dan juga bisa menggunakan akua botol. Cairan yang ditampung diambil secara bertahap biasanya 2 kali sehari yaitu pagi dan sore.
Di pedesaan hampir seluruh kepala keluarga berprofesi sebagai petani gula merah, karena di daerahnya banyak didominasi oleh pohon kelapa dan aren. Namun untuk gula aren hanya beberapa saja. Sehingga produksi gula merah meningkat di daerah pedesaan yang sumber dayanya masih bagus, di dominasi oleh pohon kelapa. Ditambah dengan fasilitas pasar sudah tersedia dan bahan baku yang melimpah.
 Setiap petani bisa menyadap 10-40 pohon kelapa. Gula merah yang banyak diproduksi oleh para pembuat gula ada dua macam yaitu gula super  yang digunakan untuk penyedap makanan, biasanya dipasarkan di supermarket dan  gula merah yang biasa digunakan untuk pembuatan kecap. Produksi gula merah petani antara 3-15 kg per hari. Harga gula merah beberapa tahun 2012 ini sedang mahal, harga gula merah super mencapai harga Rp 9.800,00 dan untuk gula merah biasa mencapai Rp 9.500,00 . Dalam setahun produksi gula ini mencapai 20.741,7 ton. Padahal untuk produksi gula putih rata-rata per tahun hanya 11.818,8 ton per tahun. Masih banyak gula merah.

Gula Merah Super

Gula merah biasa



Proses pembuatan gula merah adalah sebagai berikut, lahang hasil dari penyadapan dipanaskan dengan api sampai kental. Pemanasannya memerlukan waktu yang lama 3-5 hari. Setelah benar-benar kental, dituangkan ke mangkok-mangkok yang terbuat dari bambu dan penuangan gula yang sudah kental atau disebut dengan nitis (dalam bahasa sunda) tersebut harus dilakukan secara benar. Setelah penuangan, gula tersebut didinginkan, setelah dingin gula di bungkus lalu siap dipasarkan. Para petani gula merah di pedesaan itu menjual gula merahnya ke distributor yang ada di daerahnya. Gula merah sebagian besar dipakai sebagai bahan baku kecap manis dan untuk bumbu makanan.
Gula merah yang berkualitas bagus adalah gula merah yang berwarna coklat muda dan mempunyai rasa yang manis sekali. Apabila gula merah yang diproduksi berwarna kuning biasanya gula tersebut kelebihan obat dan rasanya tidak terlalu manis. Apabila gula berwarna coklat tua atau bisa dikatakan hitam maka dalam produksinya terlalu lama dan rasanya terlalu manis.
Gula merah atau biasa yang disebut dengan gula jawa merupakan kebutuhan pokok manusia yang selalu mengalami perubahan yang cenderung meningkat. Peningkatan tersebut terjadi seiring meningkatnya pendapatan penduduk, jumlah penduduk serta semakin banyak industri pangan yang menggunakan gula merah sebagai bahan bakunya. Produsen harus menghabiskan waktu yang cukup lama untuk me-ngembangkan usahanya ini. Akan tetapi produsen yang mampu memanfaatkan peluang-peluang ekonomi dan memiliki strategi dalam mengusahakan agroindustri gula merah akan mampu bertahan bahkan dapat meningkatkan pendapatan dan skala usaha. Sebagai barang konsumsi, maka gula merah mempunyai peran dalam sistem pangan manusia. Selain sebagai penyedia rasa manis, gula merah juga merupakan salah satu pemasok kalori. Oleh karena itu gula merah banyak dibutuhkan oleh manusia untuk dikonsumsi.
Kendala dalam memproduksi gula merah biasanya apabila terjadi hujan yang terus menerus. Hal ini mengakibatkan gula tidak bisa untuk diproduksi dalam bahasa daerah biasanya disebut dengan ngetok
  
 
Proses Pembuatan Gula

Penyadapan Nira

Pemanasan Lahang


Pencetakan Gula Merah super (kiri) dan Gula merah biasa (kanan)
Gula merah siap jual


 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kekayaan Alam


Cengkeh sebagai Komoditas sub-sektor Usaha Perkebunan Rakyat



Cengkeh atau biasa disebut cengkih adalah salah satu jenis rempah rempah asli dari Indonesia dengan berbagai fungsi. Mulai dari obat-obatan, bumbu masakan, minyak wangi, bahan kosmetik, minyak cengkih dan sebagai bahan utama rokok kretek khas Indonesia. 
Klasifikasi tanaman cengkih
§  Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
§  Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
§  Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
§  Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
§  Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
§  Sub Kelas: Rosidae
§  Ordo: Myrtales
§  Famili: Myrtaceae (suku jambu-jambuan)
§  Genus: Syzygium
§  Spesies: Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L. M. Perry

Cengkeh tumbuh di daerah yang tropis  dengan curah hujan cukup merata, karenatanaman ini tidak tahan kemarau panjang. Curah hujan optimal bagi pertumbuhan tanaman cengkeh antara 1500-4500mm/tahun. Cengkeh menghendaki sinar matahari minimal 8 jam per hari. Suhu yang optimal tanaman ini dikehendaki adalah 22-30o C dengan kelembaban udara antara 60-80%. Media Tanamanya jenis tanah yang baik adalah latosol, andosol dan podsolik merah. Menyukai tanah gembur dengan drainase yang baik. Tanah dengan kemiringan sampai 20% lebih baik dari tanah datar, karena drainasenya baik.

 Panen

cengkih siap panen
Ciri dan Umur panen kepala bunga kelihatan sudah penuh, tetapi belum membuka. Umur panen tanaman cengkeh adalah 4,5-8,5 tahun sejak disemaikantergantung pada jenis lingkungan. Waktu pemanenan ada beberapa tahap, yang pertama jika 50-60 % jumlah bunga yang ada di pohon telah matang petik. Pemetikan ini bisa diulangi lagi setiap 10-14 hari selama 3-4 bulan. Di Jawa, panen mulai Mei dan berakhir Juli-Agustus. Hal ini tergantung dari iklim setempat. Sebelum pemetikan dimulai, alat yang perlu disiapkan adalah karung berukuran kecil dan karung besar yang sudah diberi cantelan. Apabila tanaman sudah cukup tinggi dan bunganya tidak terjangkau oleh tangan, maka perlu disiapkan ujung dari besi yang ujungnya berbetuk huruf U agar mudah untuk menjangkau bagian ranting. Bunga yang sudah dipetik dimasukkan kedalam keranjang atau karung kecilyang sudah dipersiapkan sebelumnya. Setelah penuh, bunga dimasukkan kedalam karung besar untuk dibawa ke rumah.

Tanaman cengkeh di Indonesia mempunyai periode produksi yang khas, yakni mempunyai jumlah produksi yang berfluktuasi menurut siklus tertentu. Pada tahun tertentu tanaman akan menghasilkan produksi yang banyak, dan pada tahun-tahun tertentu produksi bisa menurun sampai 10-40%. Pola produksi tanaman cengkeh bisa digolongkan menjadi pola siklus 2 tahun dan siklus 3-4 tahun. Pola siklus 2 tahun umumnya terdapat daerah yang mendapat pengaruh nyata dari iklim laut. Pada siklus ini, tanaman akan berproduksi tinggi atau sedang pada tahun pertama, kemudian pada tahun berikutnya menjadi rendah. Pada tahun berikutnya lagi, jumlah produksi akan kembali seperti tahun pertama. Siklus 3-4 tahun umumnya terdapat daerah yang tidak dapat pengaruh iklim laut. Padasiklus ini produksi tinggi akan terulang setiap 3-4 tahun, dengan pola yang bervariasi.
Dipasaran kini harga cengkeh sedang melambung tinggi hingga Rp.95.000,00 /Kg untuk cengkeh yang sudah kering. Cukup mahal karena tahun tahun yang lalu hanya mencapai 50-80 ribu/kg. Peluang ini sangat di manfaatkan sekali bagi orang yang memiliki pohon cengkeh. Jikalau pun tak memiliki pohonnya, bisa menebas itu istilah sama dengan membeli buah cengkeh milik orang lain. Tentunya kita harus memiliki modal yang cukup. Untuk proses pengeringan buah cengkeh ini mudah, cukup di jemur di tampir atau bisa memakai leled. Sebelum di jemur buah cengkeh yang sudah diambil dari pohonya di pretel. Pretel merupakan proses pemisahan buah cengkeh dengan gagangnya.  Dan gagangnya pun bisa dijual. Ayo mulai merambah dunia bisnis!!

POTENSI CENGKEH

          Cengkeh merupakan salah satu komoditas sub-sektor perkebunan yang sebagian besar diusahakan oleh perkebunan rakyat. Hasil utama tanaman cengkeh adalah bunganya yang dipanen pada saat kelopak bunga belum mekar. Bunga cengkeh kering merupakan salah satu bahan baku utama untuk rokok kretek yang merupakan rokok khas Indonesia. Potensi tanaman cengkeh yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah daun cengkeh (daun gugur) dan tangkai bunga. Produk olahan yang dapat dihasilkan dari bunga daun dan tangkai bunga (gagang) adalah minyak cengkeh, eugenol dari minyak cengkeh dan senyawa turunan dari eugenol. Pada awal tahun 1990, total areal cengkeh mencapai sekitar 700.000 ha dengan produksi 120.000 ton per tahun. Areal itu semakin berkurang tiap tahunnya, karena banyak yang dijadikan untuk membangun gedung-gedung pencakar langit. Ironis memang. Negeri yang kaya ini terus di eksploitasi. Padahal cengkih adalah tanaman yang berkomoditi besar untuk uang saku negara. Bisa menimbun keterpurukan dan kemiskinan bangsa.

 Gambar :)

cengkih saat di pretel
penjemuran cengkih



cengkih
cengkih kering siap jual















  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS